"Siapa namamu?" Tanya al-Hajjaj dengan nada suara angkuh.
"Said bin Jabir." Jawab Said merendahkan hati.
"Bahkan namamu adalah Saqiy bin Kasir (orang celaka bin perusak)." Berkata al-Hajjaj disertai intonasi hinaan.
"Ibuku lebih mengetahui tentang namaku." Said berucap dengan tenang.
"Celakalah, celakalah ibumu." al-Hajjaj marah.
"Apakah kamu tahu hal-hal ghoib. Sungguh yang celaka adalah siapa yang menjadi penghuni neraka."
"Aku akan membuatmu merasakan api neraka dunia yang berkobar-kobar." Geram berbalut wajah memerah.
"Demi ALLAH, Kalaulah kutahu hal ini berasal dari kekuasaanmu. Aku akan menjadikanmu Tuhan yang disembah." Ujar Said meyakinkan.
"Kenapa kamu lari dariku?"
"Aku lari meninggalkan kamu ketika aku takut kepadamu." (asy -Syu'ara : 21) Said mengutip dialog antara Musa dengan Firaun.
"Hai Said, pilihlah cara menuju kematianmu."
"Bahkan pilihlah untuk dirimu sendiri. Tidaklah engkau membunuhku kecuali ALLAH swt akan membunuhmu dengan cara yang sama."
"Aku akan membunuhmu dengan cara yang tidak pernah ada sebelum dan setelahmu."
"Jika begitu, rusaklah seluruh duniaku tapi rusaklah akhiratmu."
Al-Hajjaj marah. Memanggil algojo.
"Lempar dan bunuh dia."
Said malah tertawa. Al-Hajjah bertambah geram."Kenapa kamu tertawa?"
"Aku tertawa karena engkau berani melawan ALLAH swt. Semoga DIA menyadarkanmu."
"Sembelih dia!"
"Hadapkanlah wajahku ke arah Kiblat."
Sang algojo meletakkan pedang tepat dilehernya.
"Aku menghadapkan wajahku kepada Yang Maha Pengatur langit dan bumi, sebagai Muslim bukan termasuk dari orang musyrik."
"Palingkan wajahnya dari arah Kiblat."
"Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu." (Thoha : 55) Mengutip sebuah ayat dalam al-Quran.
"Hai Said, tidaklah lisanmu itu lebih cepat dari al-Quran." Ucap al-Hajjaj angkuh. Segera dia memerintahkan ke algojo.
"Sembelih."
"Aku bersaksi tiada tuhan kecuali ALLAH. Dan sungguh Muhammad adalah utusan ALLAH." Said bersyahadat dan melanjutkan:
"Hai al-Hajjaj ambillah lisanku! hingga nanti kita akan bertemu di Hari Kiamat."
Said berdoa.
"Ya ALLAh, ya tuhan kami. Janganlah ada raja yang memerintah setelah kematianku."
Said terbunuh.
Sepanjang malam setelah kematiannya, al-Hajjaj terus berteriak-teriak memukau telinga rakyat.
Lima belas hari kemudian al-Hajjaj meninggal. Setelahnya tidak ada raja yang memerintah.
#######
Teguh pendirian pada kebenaran bagai menyetir mobil mengikuti rambu-rambu lalu lintas. berjalan akan tenang, aman, dan sampai tujuan dengan selamat.
Teguh pendirian pun bagai pohon kelapa. Angin menghempas, pohon kelapa menjulang ke atas.Jika di sekeliling Anda banyak yang tidak mengenakan jilbab. Anda tetap berjilbab.
Jika di sekeliling Anda banyak yang tidak Solat. Anda menjaga Solat.
Jika di sekeliling Anda banyak yang meninggalkan shoum. Anda bertahan melaksanakan shoum.
Jika di sekeliling Anda tak bersemangat. Anda bersemangat dan 'menularkan' semangat itu.
Hati dan jiwa yang suci tidak akan terpengaruh oleh kotoran disekitarnya. Ia tetap istiqomah menjalankan kebenaran. Bagaikan ikan laut, dagingnya tidak menjadi asin meski selalu dikelilingi oleh air asin.
Ingat kisah Ahmad bin Hambal. Keteguhan hati dalam mempertahankan satu kata. Ya, satu kata kebenaran. Satu kata itu membuat ia dipenjara dan disiksa. Tak gentar walau terpenjara dan tersiksa demi kebenaran.
Kisah Umar Mukhtar, penjajah Italia meminta agar mencabut kembali kata "membela diri." Karena kata itu bentuk serangan ke tentara Italia. Tidak, ia tidak mencabut kata itu meski tiang gantungan sebagai jalan hidup terakhir.
Masyitah, berteguh pendirian bahwa Tuhan dia dan Tuhan Firaun adalah ALLAH swt. Karena berpegang teguh menegakkan kalimat ALLAH swt, ia dibakar hidup-hidup bersama keempat anaknya.
Janganlah menjadi pribadi yang mudah menyerah. Namun jadilah pribadi yang teguh pendirian. Teruslah menjaga yang wajib dan menambah amalan sunnah. Janganlah menjadi seseorang yang rajin beribadah. Tapi sedikit demi sedikit meninggalkannya. Kerjakanlah sesuatu itu secara konsisten, meski hanya sedikit. Karena hal itu dapat melatih keteguhan jiwa dan ruh.
Teguh pendirian dalam berdakwah bukan menggunakan kata-kata kasar. Tapi gunakanlah kata-kata lembut nan bijak.
Bagaimana cara agar teguh pendirian?
Janganlah menjadi pribadi yang mudah menyerah. Namun jadilah pribadi yang teguh pendirian. Teruslah menjaga yang wajib dan menambah amalan sunnah. Janganlah menjadi seseorang yang rajin beribadah. Tapi sedikit demi sedikit meninggalkannya. Kerjakanlah sesuatu itu secara konsisten, meski hanya sedikit. Karena hal itu dapat melatih keteguhan jiwa dan ruh.
Teguh pendirian dalam berdakwah bukan menggunakan kata-kata kasar. Tapi gunakanlah kata-kata lembut nan bijak.
Bagaimana cara agar teguh pendirian?
Pertama; doa. Kedua; bergaul dengan orang soleh. Ketiga; amalkan ajaran Islam. Keempat; mempelajari al-Quran.
ALLAH swt berfirman: "Berteguh hatilah kamu dan ingatlah ALLAH sebanyak-banyaknya." (al-Anfal : 45)
from http://mas-arman.net :
ReplyDeleteSubhanalloh.. La haula wa la quwwata illa billah. Semoga Allah meneguhkan iman di hati kita.
"Robbana La Tuzigh quluubana ba'da idz hadaitana,
wa hab lanaa min ladunka Rohmah. Innaka Antal wahhaab. Amiiin."