Thursday, 29 July 2010

Indahnya Bertaubat

Di suatu negeri bertahun-tahun tidak turun hujan. Kemarau dan kekeringan melanda tempat itu. Penduduk setempat khawatir akan tertimpa kelaparan dan kehausan. Mereka memohon nabi Musa agar bersama-sama melakukan Solat Istisqo’, Solat memohon hujan.

Setelah nabi Musa selesai mendirikan Solat, ia menengadahkan kedua tangan ke langit berdoa agar ALLAH swt menurunkan hujan. Namun ALLAH swt tak kunjung menjawab doanya.

”Wahai Robb, Engkau selalu mengabulkan doaku.” Nabi Musa merasa keheranan.

“Sesungguhnya diantara kalian,” ALLAH swt menanggapi keluhannya, “Ada seseorang yang bermaksiat kepada-KU selama empat puluh tahun. AKU tak akan menurunkan hujan hingga ia keluar dari negeri yang kalian diami ini.”

Nabi Musa segera mengumpulkan seluruh penduduk negeri itu.

“Sesungguhnya di antara kalian ada seseorang yang bermaksiat kepada Allah. Tidak akan turun hujan hingga ia keluar dari negeri ini.” Nabi Musa menyeru dengan lantang.

Kata-kata Nabi Musa menggemparkan negeri itu.

Pelaku maksiat merasa bahwa dia yang dimaksud. Nabi Musa menunggu hingga orang yang dimaksud menunjukkan dirinya. Penduduk negeri dan nabi Musa menunggu lama, namun ia tak kunjung keluar.

“Wahai Robb, andaikan aku keluar maka diriku akan tercemar. Jika aku tetap kukuh disini, penduduk negeri ini akan mati kehausan. Wahai Robb, lindungilah aku dan terimalah taubatku ini. Saat ini juga aku menyatakan rasa bertaubat kepada-MU.“ Pelaku maksiat itu berharap dengan sepenuh hati yang terdalam.

Belum kering lidah dari ucapan taubat. Hujan deras turun dari langit.

“Wahai Robb, hujan telah turun. Namun tidak ada seorang pun yang meninggalkan negeri ini.” Musa bertambah keheranan.

“Turun hujan ini karena perantara taubat hamba-KU. Ia telah menyesal serta meninggalkan segala maksiat itu.” ALLAH swt menjawab keheranan nabi Musa.

“Wahai Robb, tunjukkanlah kepadaku siapa dia.“ Nabi Musa merasa penasaran dan terus bertanya-tanya dalam hati.

“AKU telah melindungi dosa-dosanya. Apakah AKU akan membuka aib-aibnya selepas ia bertaubat.” ALLAH swt menjawab dengan tegas.

ALLAH swt akan menutupi segala aib seseorang selama ia telah bertaubat.

#######

Kekuatan taubat. Ya, Taubat seseorang dapat menyelamatkan penduduk suatu negeri dari kelaparan dan dari segala musibah yang menimpanya.

Taubat itu bagaikan mandi (membasuhkan air ke sekujur tubuh). Mandi setiap hari menjadikan seseorang segar dan bersih dari kuman maupun penyakit. Begitu pula taubat dapat menghapuskan segala dosa yang telah dilakukan. Taubat itu bisa membersihkan hati dan jiwa dari segala penyakit hati. Taubat jua sanggup menghidupkan semangat Anda kembali. Orang yang bertaubat bak seorang bayi yang baru lahir. Karena segala dosa dan kesalahan telah terampuni.

Janganlah menjadi pribadi yang bakhil untuk bertaubat. Jangan pula menjadi orang yang zolim karena enggan untuk bertaubat. Jadilah pribadi yang lapang hati dalam bertaubat. Jadilah pribadi yang bersegera melakukan taubat. Karena ampunan ALLAH swt itu seluas langit dan sedalam samudera.

Maka, luangkanlah waktu lima menit setiap hari untuk bertaubat. Manfaat bertaubat setiap hari, esok diri Anda akan merasakan hati menjadi lapang, pikiran jernih, bahkan semangat hidup membara untuk mendekatkan diri kepada-NYA selalu.

Ingatkah kisah seseorang yang membunuh sembilan puluh sembilan jiwa. Pembunuh itu berniat taubat. Dia bertanya kepada pemuka agama. Tapi jawaban pemuka agama itu tidak memuaskan hati maka dia membunuh pemuka agama itu. Genap korban jiwa menjadi seratus orang. Dia menemui pemuka agama lain. Pemuka agama menyatakan bahwa pintu taubat terbuka lebar bagi siapa saja. Pemuka agama menyarankan agar pembunuh ini segera pindah ke lingkungan yang lebih baik. Tetapi sebelum tiba di lingkungan baru itu, ia telah meninggal dunia. Malaikat berselisih tentang taubat pembunuh ini apakah diterima atau tertolak. Karena ALLAH swt Yang Maha Pengampun, DIA menerima taubat pembunuh tersebut.

Sebesar dan sebanyak apapun dosa akan terhapus dengan niat taubat yang sungguh-sungguh.

Adapun syarat taubat itu agar diterima ada tiga. Pertama; menyesal atas dosa-dosa yang telah diperbuat. Kedua; bertekad tidak akan mengulangi maksiat lagi. Ketiga; menjauhkan diri dari perbuatan dosa.

Seorang paling mulia, paling bertakwa, serta paling mengenal ALLAH swt di dunia ini. Ia tak segan juga tak enggan untuk memohon ampun sebanyak tujuh puluh kali sepanjang hari. Bahkan riwayat lain menyebutkan seratus kali. Pribadi mulia itu adalah nabi Muhammad saw.

ALLAH swt berfirman: “Sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang bertaubat.” (Al-Baqarah : 222)

Ayat lain dalam kitab suci Al-Quran berbunyi: “Sesungguhnya ALLAH mengampuni dosa-dosa semuanya.” (Az-Zumar : 53)

Taubat, siapa takut !!! ^_^

No comments:

Post a Comment