Thursday, 22 July 2010

Keajaiban Solat

Dahulu kala di kota Kuffah terdapat seorang kuli yang berakhlak mulia. Karena tabiatnya yang jujur serta terpercaya membuat para saudagar menitipkan barang dagangan atau uang kepadanya.

Suatu hari ia melakukan perjalanan. Di tengah perjalanan berjumpa seorang lelaki.

"Engkau hendak kemana?" Lelaki itu bertanya.
"Aku akan pergi ke kota." Kuli itu menjawab.
"Aku pun hendak pergi ke kota. Bagaimana jikalau kumenumpang keledaimu sebagai ganti kubayar satu dinar?" Lelaki memohon.

Kuli itu setuju.

Di persimpangan jalan.

"Jalan mana yang akan engkau lewati?"
"Jalan umum yang sering dilalui orang."

"Jalan ini lebih dekat dan lebih mudah." Lelaki itu meyakinkan sang kuli "Serta banyak rumput di sana sebagai persediaan makanan keledai."

"Tapi aku tidak pernah melalui jalan ini." Sang kuli berkata keheranan.
"Aku sering melalui jalan ini." Lelaki itu terus meyakinkan.
"Baiklah."

Beberapa saat berlalu, di hadapan mereka hutan lebat terkapar mayat-mayat manusia. Tiba-tiba, Lelaki itu melompat dari atas keledai segera mengeluarkan pedang dari balik pakaian.

"Jangan bunuh aku!" Kuli itu berteriak histeris "Ambil saja keledai beserta semua barangku."

Lelaki itu tidak menggubris tawaran tersebut. Ia bersumpah akan membunuhnya serta mengambil semua harta yang dibawa. Sang kuli merasa nyawanya telah diujung tanduk.

"Izinkanlah aku solat dua rakaat." Sang Kuli memohon dengan pasrah.

Lelaki itu mengabulkan permintaannya.

"Cepatlah solat!" Sambil tertawa terbahak-bahak membahana seisi hutan "Sebelum mati mayat-mayat yang bergelimpangan ini pun meminta hal yang sama. Tapi solat mereka tidak dapat membantu sedikit pun."

Tanpa kalam tanpa salam, kuli itu segera mendirikan solat. Setelah membaca al-Fatihah di dalam solat, ia tak mampu mengingat satu surah pun yang dihapalnya.

"Hai, cepat selesaikan solatmu!" Lelaki itu berteriak tak sabar menunggu sang kuli terdiam tak bergerak.

"Atau siapakah yang memperkenankan (do'a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo'a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan." (QS An-Naml : 62) Sambil menangis akhirnya Kuli itu dapat membaca ayat tersebut.

Dari arah tak terduga muncul seorang penunggang kuda bertopi besi gemerlapan. Ia menikam lelaki itu sampai mati. Dari tempat mayat lelaki tersebut keluar api yang membakar jasadnya hingga hangus.

Kuli itu segera bersujud syukur ke tanah sebagai rasa terima kasih atas kehadirat ALLAH swt. Ia berlari ke arah penunggang kuda.

"Siapakah dan bagaimanakah engkau datang secara mendadak?" Tanya Kuli dengan penuh keheranan dan rasa senang.
"Akulah hamba dari ayat yang engkau baca. Engkau telah aman, pergilah ke mana pun sesuka hatimu."

Penunggang kuda itu menghilang setelah selesai berkata.

#######

Solat merupakan salah satu ibadah yang paling disukai oleh Nabi Muhammad saw. Solat pun jalan pintas mengetuk pintu langit. Sesuatu yang Nabi saw sukai tak diragukan mengandung manfaat dunia dan akhirat.

Manfaat solat dari segi duniawi. Takbiratul ihram, gerakan awal solat berfaedah bagi kesehatan tubuh untuk melancarkan peredaran darah, mencegah kanker kelenjar getah bening (limfe), serta memperkuat otot lengan. Ruku', gerakan ini memberi manfaat fungsi tulang belakang untuk penyanggah tubuh dan pusat saraf, memanjakan otot-otot bahu, dan mencegah gangguan prostat. I'tidal, bermanfaat untuk organ-organ pencernaan makanan di dalam tubuh. Sujud, bermanfaat memompa getah bening ke leher dan ketiak, memberikan aliran oksigen ke otak, bagi wanita posisi ini baik untuk kesuburan serta kesehatan organ perempuan. Duduk di antara dua sujud, mencegah nyeri pada pangkal paha. Duduk tahiyat akhir, mencegah impotensi.

Sedangkan manfaat akhirat. Mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Menyelamatkan dari siksa api neraka. Membuat wajah bercahaya berkilau. Menghapus dosa-dosa kecil. Solat sebagai tiang agama, jika tiangnya kuat maka bangunan agama akan kokoh.

Solat pun dapat dijadikan 'ritual'. Alangkah indahnya menjadikan solat sebagai pengganti ritual-ritual syirik untuk mencari rezeki.

Kisah seorang penulis, setelah ia mengeprint naskah buku yang ia tulis. Dia meletakkan naskah buku itu di atas sajadah sebelah kanan dan melaksanakan solat. Buku-bukunya banyak menjadi best seller.

Imam Bukhori telah membuktikan kekuatan solat. Sebelum beliau menulis hadits Nabi saw yang autentik ia melakukan 'ritual' solat dua rokaat. Begitu seterusnya hingga terbukukan hadits-hadits Nabi saw itu menjadi kitab yang bernama Shohih al-Bukhori. Kitab Shohih al-Bukhori ini adalah buku paling autentik di dunia setelah al-Quran. Karya beliau terus dikaji hingga sekarang oleh para ilmuwan dan pelajar.

Ilmuwan muslim bidang kedokteran, Ibnu Sina (dikenal di Barat sebagai Avicenna). Kegiatannya adalah belajar dan membaca. Jika ia mencapai puncak kebingungan terhadap teori yang dibacanya. Dia mencari solusi melalui solat. Subhanallah, permasalahan-permasalahan itu dapat terpecahkan selepas solat.

Kisah lain, seorang pemuda ditahan oleh polisi tanpa sebab. Dia gelisah. Namun dia yakin bahwa solat adalah solusi yang dapat menolongnya. Dia solat dua rokaat. Sejenak selepas salam ia pun dibebaskan.

Menurut kitab Hasyiyat Ibnu Abidin, para Ulama terdahulu selalu solat hajat. Rokaat pertama mereka membaca surah al-Fatihah serta ayat Kursi sebanyak tiga kali. Rokaat sisanya membaca al-Fatihah beserta al-Ikhlash, al-Falak, dan an-Nas satu kali. Ajaib, tercapai seluruh kebutuhan mereka.

Zaman Kholifah Utsman bin Affan, terdapat seseorang membutuhkan hajat. Dia meminta kebutuhan itu kepada Kholifah Utsman. Berkali-kali memohon, berkali-kali tertolak. Orang itu segera melakukan solat dan menemui Kholifah Utsman kembali. Ternyata Kholifah Utsman menghormati dan mengabulkan permohonannya.

Solat adalah jalan pintas untuk berkomunikasi dengan ALLAH swt. Serta cara mujarab untuk memohon bantuan kepada Yang Maha Menolong.

Ada masalah. Banyak problem. Rezeki seret. Hati bersedih. Jodoh tak kunjung tiba. Tertekan. Carilah bantuan dan pertolongan kepada ALLAH swt melalui solat.

Karena ALLAh swt berfirman: "Jadikanlah sabar dan solat sebagai penolongmu." (Al-Baqoroh : 45)

No comments:

Post a Comment