Tuesday, 20 July 2010

Optimis

Kota Madinah dalam situasi mencekam. Penduduknya panik, cemas, dan gelisah karena tentara kafir Quraisy akan menggempur tempat tinggal mereka. Bukan hanya mencekam tapi ditambah situasi krisis pangan yang berakibat terbatas kesediaan makanan serta kelaparan. Di sisi lain krisis politik dalam negeri Madinah bersumber dari kaum Munafiq dan Yahudi yang menggembosi mental umat Islam.

Itulah suasana perang Ahzab (disebut juga dengan Khondaq atau parit).

Pada masa itu sahabat menggali parit yang mengitari kota Madinah untuk menjaga keamanan dari serangan pihak luar. Namun rencana mereka membuat parit terhalangi oleh sebuah batu besar yang tidak dapat dipecahkan dengan sebuah cangkul. Sahabat segera menceritakan hal itu kepada Nabi saw. Beliau saw pergi menuju batu tersebut serta membawa cangkul.

"Bismillah." Ujar Nabi saw.

Beliau memukul sekali pukulan ke arah batu itu.

"Allahu akbar, aku telah melihat kunci-kunci negeri Syam. Demi Allah, sungguh aku melihat istana-istana merah negeri Syam." Ujar Nabi saw bersemangat.

Beliau memukul batu itu kedua kalinya. Terbelah sebagian.

"Allahu akbar, aku melihat Persia. Demi Allah, sungguh aku sekarang melihat istana kota putih." Ujar Nabi saw optimis.

Kemudian memukul batu yang ketiga kali.

"Bismillah." Ujar Nabi saw.

Pecah terbelah berkeping-keping seluruh batu besar itu.

"Allahu akbar, aku melihat kunci-kunci Yaman. Demi Allah, sungguh aku melihat gerbang-gerbang Sana'a dari tempatku ini." Ucap nabi saw dengan nada optimis di depan para sahabat.

*******

Perhatikan dan renungkanlah !

Dalam situasi krisis politik, krisis pangan, dan rintangan yang menghambat rencana dan tujuan. Nabi saw mengajarkan manusia disekitarnya agar tetap bersikap optimis.

Batu besar itu bukanlah penghalang. Tapi sebuah jalan untuk meraih tiga kejayaan dan kemenangan.

Musibah yang datang silih berganti adalah 'kado' kebahagiaan dan kesuksesan. Tanah padang pasir yang tandus nan gersang adalah 'bonus' dari Allah swt, karena di dalamnya terkandung minyak bumi. Ulat yang gatal, beberapa hari kemudian menjadi kupu-kupu terindah berwarna-warni.

Rintangan, kesedihan, kelaparan, serta krisis adalah jalan kesuksesan Anda. Ya, jalan kesuksesan jika menyikapinya dengan optimis. Karena tidak ada pribadi sukses kecuali bersama dirinya sikap optimis.

Jangan bersedih dengan kesengsaraan. Tapi bersedihlah jika Anda tidak dapat bersikap optimis saat berteman dengan kesengsaraan.

Anda harus meninggalkan pulau atau daratan agar mendapatkan ikan segar serta menemukan pulau baru yang berlimpah kekayaan dan rempah-rempah.

Percayalah dan tanamkan dalam diri Anda kesuksesan tidak cukup hanya dengan satu 'pukulan' tapi membutuhkan tiga atau lebih 'pukulan' agar meraih kesuksesan.

Pukulan, sindiran, kritik, cemooh, hinaan, dan kegagalan adalah kunci-kunci sukses anda yang terpendam. Ia akan tumbuh menjadi pohon-pohon kesuksesan.

Bersikaplah optimis terhadap segala rintangan, maka sukses sedang mengiringi Anda.

Tak ada besi terbaik, melainkan telah ditempa oleh panas api yang membara.

ALLAH swt berfirman: "Janganlah kamu merasa takut, janganlah kamu bersedih hati, dan bergembiralah ..." (Fusshilat : 30)

"Sesungguhnya ALLAH swt mencintai sikap optimis dan membenci sikap pesimis." (Nabi Muhammad saw)

Thursday, 15 July 2010

Berpikir Positif

Selama sepuluh hari Rasulullah saw mengajak penduduk Thoif agar menerima ajaran Islam. Semua pembesar dan orang berpengaruh telah didakwahi. Namun mereka berkata: "Keluarlah dari negeri ini." Bahkan mereka mengirim segerombolan orang untuk menghasut.

Saat Nabi saw keluar dari desa itu. Para budak dan para penghasut mengikuti, menghina, dan menghardik Nabi saw. Hingga penduduk desa berkumpul mengelilingi Nabi saw. Mereka melempari Nabi saw dengan batu. mengucapkan kata-kata kotor. Mereka terus melempar batu ke arah urat keting (lutut). Sampai terlihat sepatu beliau berwarna merah karena darah yang keluar dari lutut.

Zaid bin Haritsah yang merasa terharu melihat keadaan beliau. Dia segera melindungi Nabi saw dari serangan mereka. Dia pun tertimpa luka di kepala. Mereka terus saja tiada henti melempar batu ke arah Nabi saw. Di perbatasan ujung perkebunan, sekitar tiga mil dari Thoif mereka menghentikan siksaan dengan lemparan batu dan mereka kembali ke desa.

Rasulullah saw duduk di bawah naungan pohon anggur. Istirahat sejenak. Kemudian beliau kembali ke kota Mekkah dalam keadaan bersedih, berduka, dan patah hati.

Saat di atas bukit. Datang dua malaikat, malaikat Jibril dan malaikat gunung. Menawarkan Nabi saw agar berkenan malaikat membalikkan gunung di atas Thoif.

Apa yang Nabi saw jawab, dengan tenang dan berpikir positif beliau menjawab: "Bahkan, aku berharap ALLAH swt akan mengeluarkan dari keturunan-keturunan mereka orang yang taat menyembah ALLAH swt tanpa menyekutukan-NYA."

Sepuluh tahun kemudian masyarakat Thoif berbondong-bondong memeluk Islam. Di masa Abu Bakar, saat beberapa golongan dari kaum Muslim enggan untuk membayar zakat. Penduduk Thoif termasuk golongan yang bersegera membayar zakat.

***

Dalam keadaan gundah gulana, hati yang bersedih, jiwa yang berduka, tubuh yang terluka. Apa yang anda pikirkan?

Ternyata dalam keadaan negatif apa yang beliau saw pikirkan adalah berpikir positif. Melihat sisi kebaikan. Mencari solusi terbaik.

Berpikir positif adalah melihat segala yang ada dari segi maupun sisi kebaikan atau manfaat.

Limun yang asam dapat menjadi minuman yang segar dan manis. Buah mengkudu yang pahit dapat menghasilkan jamu dan obat-obatan yang berguna bagi kesehatan. Lendir bekecot ternyata berguna sebagai obat luka. Tak disangka bahwa jerami yang tidak menyedapkan mata, merusak pemandangan. Jika diletakkan di atas tanah persawahan. Beberapa hari kemudian akan menimbulkan puluhan ikan gabus.

Berpikirlah positif dalam situasi dan kondisi bagaimanapun.

Berpikir positif membuat hati Anda tentram. Membuat Anda mudah untuk menemukan solusi. Pun mencari peluang sukses di setiap kepenatan hidup. Karena ciri-ciri orang sukses adalah selalu berpikir positif.

Keadaan senang, bahagia, serta nyaman sangat mungkin seseorang berpikir positif. Tapi kekuatan sesungguhnya, di saat badai menerjang kehidupan dan hati berkabut kesedihan. Jika Anda dapat berpikir positif, maka inilah sesungguhnya kekuatan berpikir positif pada diri Anda.

Kisah nabi Isa, saat beliau berjalan bersama para muridnya menemukan seekor bangkai anjing. Para muridnya serentak menutup hidung sekaligus menampakkan rasa jijik. Nabi Isa tersenyum ingin mengajarkan cara berpikir positif. Beliau berkata: "Perhatikanlah giginya, betapa putih bersih!"

Berpikirlah positif maka kedamaian, kebahagiaan, serta sukses sedang menanti di hadapan Anda.

ALLAH swt berfirman: "Sesungguhnya beserta kesulitan itu pasti diiringi dengan kemudahan."